Merdeka.com - Mabes Polri bekerjasama dengan Polda Bali terus melakukan pelacakan terhadap aktivitas warga negara China yang datang ke Indonesia. Pasalnya, pihak kepolisian di China melaporkan bahwa banyak warganya yang tertipu melalui jaringan Internet yang dilakukan oleh pelaku yang berada di Indonesia terutama di Bali.

Laporan dari Criminal Investigation Departement China ( Kepolisian China), ini dibenarkan pihak Kabid Humas Polda Bali Kombes Hery Wiyanto, bahwa banyak laporan warga China di negaranya tertipu oleh pelaku yang berada di Indonesia, khususnya di Bali. Laporan ini kata Hery, dijadikan bahan penyelidikan dari tim Mabes Polri dan Polda Bali.

"Semua korbannya ya warga Tiongkok yang tinggal di negaranya. Pelakukan melakukan penipuan dari Indonesia. Kasus ini tidak hanya di Bali, di daerah serupa mereka juga berupaya mencari tempat dan sudah dilakukan penindakan serupa," ungkap Hery, di Mapolda Bali, Rabu (21/10).

Dia juga menekankan bahwa dari penyelidikan terhadap laporan kepolisian China, diketahui bahwa ternyata pelakunya merupakan warganya sendiri dengan memanfaatkan telekomunikasi dengan cara mempergunakan akses Internet. Kata Hery, komplotan ini sangat cerdas dalam melakukan aksi penipuan. Cyber Crime

Korbannya seperti sudah terlacak nomor HP ataupun akses jaringan lainnya. Modusnya melakukan penipuan dengan mengaku sebagai Jaksa, Polisi, dokter dan sebagainya.

Sedikitnya ada 46 Warga China yang berhasil diamankan. Mereka ditangkap saat sedang melakukan aksinya di dua rumah yaitu di Jalan Dewi Sri Kuta dan jalan Sri Krisna Kuta.

"Dengan adanya kasus ini, semua peran masyarakat harus ikut memantau wilayahnya. Jika ada warga asing yang melakukan tindakan yang dianggap tidak wajar segera dilaporkan," ujar Hery.

Kabarnya, dalam penyidikan kasus ini, pihak Keimigrasian tidak dilibatkan bahkan tidak dilimpahkan ke bagian imigrasi. Hal ini dipertegas bahwa kasusnya dalam masalah tindak pidana.

"Semua korbannya ada di negara Tiongkok. Kita lakukan dengan mendeportasi para pelaku dengan diserahkan kebagian Polisi Tiongkok untuk penanganan lebih lanjut," pungkasnya.
Axact

Axact

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment:

0 comments: