JAKARTA - Keamanan informasi harus diperhatikan dan sedapat mungkin dijaga melalui enkripsi agar data pribadi maupun negara tidak diambil pihak asing. Mencermati kejadian jatuhnya pesawat terbang AirAsia QZ8501, Ketua Lembaga Riset Keamanan Sistem Informasi CISSReC, Pratama Persadha mengatakan bahwa air traffic control (ATC) merupakan infrastruktur vital yang harus diamankan.
Seandainya hacker bisa mengontrol ATC, maka pihak yang tidak bertanggungjawab ini bisa membuat gangguan pada sistem atau komunikasi, sehingga kecelakaan pesawat tidak bisa dihindarkan. "Seandainya ATC bisa dikontrol oleh hacker, itu (pesawat) bisa ditabrak-tabrakin. Karena semua yang ngontrol dari ATC dan itu bukan omong kosong, itu bisa terjadi," kata Pratama saat mengunjungi kantor redaksi Okezone, Kamis (8/1/2015).
Ia menegaskan bahwa sistem keamanan informasi itu harus dijaga dan diperhatikan oleh pemerintah. Pratama menambahkan, pada kasus di 2013, ada pihak yang mengaku hacker Australia dan mencuri username serta password. "2013 ada yang ngaku hacker Australia, dia berhasil masuk ke sistem server ATC di Bandara Sepinggan. Di situ dia berhasil mengambil username, password, semuanya," terangnya.
Bila hacker atau pihak yang tidak bertanggungjawab ini lebih kejam lagi, maka bisa saja di-deploy informasi-informasi palsu yang menyebabkan gangguan pada komunikasi di sistem server ATC bandara. "Itu menjadi concern kita, mengapa keamanan informasi ini harus kita perhatikan," imbuhnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, hacker yang terorganisir dengan baik ialah hacker yang tidak meninggalkan jejak saat beraksi melakukan peretasan atau serangan. Menurutnya, bisa saja hacker itu merekayasa agar pelaku peretasan apabila dilacak, berasal dari negara tertentu yang ditunjuk.
Belajar dari peristiwa diretasnya server Sony Pictures, peristiwa ini secara tidak langsung mempengaruhi pandangan publik terhadap internet security. Bagaimana perusahaan sebesar Sony, dengan anggaran yang tidak sedikit, masih bisa ditembus oleh para hacker. Apalagi bila dibandingkan dengan lembaga pemerintahan dan dunia usaha di Indonesia.
Untuk itu, menurutnya, sangat diperlukan perhatian terhadap sistem keamanan informasi. "Edukasi terhadap keamanan informasi itu sangat-sangat dibutuhkan supaya bisa melindungi privasi. Ujung-ujungnya ialah pemerintah tapi secara pribadi, sebagai Warga Negara Indonesia, punya hak dilindungi privasinya," pungkasnya.

Axact

Axact

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment:

0 comments: