Merdeka.com - Dalam menggunakan smartphone, privasi adalah aspek paling utama yang harus kita jaga. Namun jika Anda berada di New York City, kenyamanan ini belum tentu Anda dapatkan.
Dilansir dari The Register (11/2), kepolisian di New York City kerap menggunakan StingRay phone tracker di ribuan kesempatan, sejak 2008 silam. StingRay sendiri adalah alat pelacak ponsel, yang sengaja dikembangkan untuk keperluan militer dan badan intelejen.
Kasus ini muncul berdasarkan pernyataan dari New York Civil Liberties Union (NYCLU), yang merupakan sebuah lembaga yang memperjuangkan hak asasi dan kebebasan di Amerika Serikat. NYCLU mendapatkan data dari Departemen Kepolisian New York, yang menggunakan alat tersebut untuk menginvestigasi suatu kasus.
Menurut laporan yang dikeluarkan NYCLU, antara tahun 2008 dan 2015, kepolisian menggunakan StingRay sebanyak 1.016 kali. Parahnya, penggunaan perangkat tersebut sudah atas persetujuan dari pengadilan, tanpa ada kesulitan yang berarti dalam pencegahan dibobolnya privasi masyarakat.
Penggunaan perangkat StingRay oleh polisi sudah menjadi perdebatan oleh para penegak hukum dan aktivis yang melihat penggunaan perangkat itu sebagai sebuah pelanggaran privasi. Alat yang sudah sejak lama digunakan oleh FBI ini, bekerja dengan meniru cara kerja menara ponsel yang dapat mengamati ponsel terdekat dan melacak pergerakannya. Tak hanya itu, selain frekuensi ponsel yang dapat dilacak, StingRay juga mampu menyadap percakapan yang dilakukan melalui ponsel tersebut, serta pesan SMS yang masuk maupun keluar.
NYCLU mengatakan bahwa laporan tersebut menunjukkan bahwa kepolisian terlalu mengandalkan StingRay dalam pekerjaan mereka, dan dalam prosesnya dapat mengganggu privasi dari masyarakat New York.
"Jika membawa ponsel berarti keadaan kita diawasi, berarti privasi kita masyarakat New York sedang dalam keadaan bahaya," ungkap direktur eksekutif dari NYCLU, Donna Lieberman.Cyber Crime
"Mengingat tingginya angka penangkapan orang tidak bersalah oleh Kepolisian New York, setidaknya kebijakan privasi yang ketat harus dijalankan sebelum StingRay dapat mengganggu setiap orang yang tidak bersalah yang dilacak keberadaannya," imbuhnya.
New York bukan satu-satunya kota yang kepolisiannya dianggap melanggar hak privasi menggunakan StingRay. Baltimore bahkan punya kasus lebih parah, di mana 2000 lebih penangkapan oleh polisi dibantu oleh alat penyadap tersebut. Bahkan kasus minor pun tidak luput dari penggunaan StingRay. Tercatat kepolisian Baltimore pernah menggunakan StingRay, hanya untuk menangkap pencuri yang memecahkan kaca mobil terparkir untuk mengambil smartphone yang tertinggal di dalamnya.
Bahkan, kota Baltimore harus menghadapi para aktivis kebebasan hak di pengadilan, karena berargumen bahwa 'jika seseorang tidak ingin dilacak oleh StingRay, maka jangan menyalakan ponsel.'
Menurut Anda, apakah penggunaan StaingRay melanggar privasi, atau justru menekan tingkat kejahatan?
Axact

KAOS DAKWAH

KAOS DAKWAH adalah blog membahas tentang cara pembuatan Kaos Dakwah sampai bagaimana cara menjual Kaos Dakwah Online maupun offline, Silakan cari artikel di blog ini..Terima Kasih telah berkunjung di blog sederhana ini.

Post A Comment:

0 comments: